Rabu, 17 Maret 2010

Taubat


TAUBAT NASUHA (bukan TAUBAT ‘SAMBAL’)

Sebagai Antisipasi/pencegahan — sebelum terjadi dosa:
1. Iman pada Allah
2. Takut pada azhabNya akibat dosa kita
3. Menjauhi dosa/maksiyat

Sebagai Penanggulangan — setelah terjadi dosa:
4. Menyesali diri karena terlanjur berbuat maksiyat
5. Berjanji pada Allah untuk tidak mengulangi perbuatan dosa
6. Jika kita bersalah pada Allah,banyak istighfar dan bertaubat padaNya,Allah maha pengampun. Jika kita bersalah pada manusia,selain banyak istighfar,segera akui kesalahan kita dan mohon maaf padanya.Ampunan Allah akan kita dapatkan seiring dengan keridhoan manusia yang kita zholimi untuk memaafkan kesalahan kita. (seandainya kesalahan tersebut dilakukan dalam lingkup sistem islam,yakni khilafah,baik menyangkut dosa penguasa pada umat/rakyatnya,maupun dosa seorang manusia terhadap manusia lain,semacam kriminalitas: pembunuhan,pencurian,perzinahan,dll; selain banyak istighfar dan mengakui kesalahannya,ia juga harus melalui step hukuman dunia versi syariah Allah,yakni sanksi / uqubat islam yang berfungsi sebagai : penebus dosa manusia di akhirat dan pencegah bagi manusia lain dari berbuat dosa di dunia).

7. Resapi secara mendalam istighfar kita dari lesan hingga amalan kita. Allah tak sekedar butuh lisan tapi juga perbuatan kita dengan cara:
8. Tetap istiqamah dalam menerapkan upaya ‘preventif’ lebih baik daripada menanggulangi selain tetap menanggulangi terjadinya dosa (no 1-9)
9. Sempurnakan kewajiban dan perbanyak amal sunnah dan sholih lainnya untuk meminimalisir dosa-dosa kita serta memperberat timbangan kebajikan kita di akhirat kelak.

FUNGSI TAUBAT
1. Menambah kemudahan bagi kita untuk mendapatkan hidayahNya
(Qs an Nisa : 26-27)
” Allah hendak menerangkan syariahNya kepadamu dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan hendak menerima taubatmu.Dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana. Dan Allah hendak menerima taubatmu,sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya dari kebenaran”
Sebagai seorang muslim,kita tetap berharap hidayahNya karena tak semua muslim dibukakan oleh Allah untuk melapangkan hatinya dalam menerima hidayahNya (kecuali jika mereka berusaha membuka pintu hidayah Allah dengan selalu mengkaji dan ingin segera berubah menjadi pribadi muslim yang baik dengan melaksanakan syariah Allah,yakni Islam)

2. Menyongsong kedatangan hidayah
Allah telah memberikan pada kita nikmat berupa kelimpahan rizqi materi dan spiritual tak terhingga.
Perbedaanya:
Rizqi materi bisa diberikan oleh Allah pada siapapun diantara manusia,tak peduli apakah ia seorang mu’min/kafir,fasik ataukah munafik.Karena Allah maha pemberi
Namun kasih sayang Allah hanya untuk orang-orang yang mengimaniNya dan melapangkan hatinya untuk menerima hidayah Allah,dengan memberikannya nikmat Rizqi spiritual berupa iman,islam,Al Qur’an,sifat-sifat baik yang harus ada pada dirinya sebagai seorang muslim dan mu’min, kesehatan,waktu dan usia,serta ketundukan dan kepasrahannya pada Allah dan syariahNya.

3. Memberi kesenangan hidup dunia akhirat
(Qs Huud : 3)
” Dan hendaklah kamu meminta ampun pada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya.Jika kamu mengerjakan demikian,niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan.Dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang memiliki keutamaan balasan atas keutamaannya “

Orang yang gemar beristighfar dan bertaubat-dengan sebenar-benarnya istighfar dan taubat-pada Allah,akan dimudahkan olehNya untuk mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan hidup dunia akhirat

4. Melapangkan rizqi Allah
(Qs Huud : 61)
” Dan kepada Tsamud Kami utus saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata,” Hai kaumku,sembahlah Allah.Sekali-kali tidak ada Tuhan selain Dia.Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya.Karena itu mohonlah ampunanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya.Sesungguhnya Tuhanku amat dekat rahmatNya lagi memperkenankan doa hambaNya “

Beristighfar dan bertaubat adalah salah satu cara yang dilakukan seorang muslim agar Allah melapangkan rizqiNya kepadanya yang telah menciptakannya dari bumi (tanah) dan menjadikannya sebagai pemakmur serta pemeliharanya.

5. Menjadikan para pelakunya (mustaghfirun) memperoleh salah satu haknya sebagai orang-orang mu’min.(Qs at Taubah : 11)
” Jika mereka bertaubat,mendirikan shalat dan menunaikan zakat,maka mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama “
Hak sebagai orang mu’min tersebut adalah diakui oleh sesama muslim sebagai saudara seiman dan seagama mereka.

RENUNGAN
Kehidupan di dunia meskipun diibaratkan Allah sebagai senda gurau dan permainan belaka,sementara Allah juga menerangkan kehidupan sejati adalah kehidupan akhirat,implementasi menjalani kehidupan dunia sangat serius dan tidak main-main.Pemahaman seorang muslim harus berbeda dari pemahaman non muslim sebagaimana islam berbeda dari non islam-tentang hakikat kehidupan dunia dan akhiratnya serta implementasi menjalaninya.
Senda gurau dan permainan kehidupan dunia fana ini justru harus mendorong seorang muslim untuk serius dan bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupannya di dunia untuk mendapatkan kebahagiaan kekal di akhirat sesuai dengan konstitusi umat Islam,yakni Al Qur’an selain juga as sunnah.

Yaa Allah... Jangan Kau biarkan aku
sebagai hamba pemberontak tapi hamba yang taat pada tuannya,Allah
Jadikanlah ketaanku sebagai hambaMu hanya untuk membela dan mentaatiMu
Jadikanlah pemberontakanku hanya untuk menentang para pemberontak yang menentang dan anti syariahMu,baik tersembunyi dan terang-terangan.

Jangan Kau biarkan hidupku
mengalir seperti arus sungai yang deras mengalir kemanapun yang sungai itu kehendaki
Bimbinglah hidupku
sesuai arah yang Kau inginkan dalam kitabullah dan as sunnah

Jangan Kau biarkan aku
untuk menduakanMu dengan menjadikan hawa nafsuku sebagai tuhan
yang akan menghinakanku lebih rendah dari binatang ternak (Qs al Furqan : 43-44)
Bimbinglah dan Mudahkanlah aku
untuk mengesakanMu dengan menjadikanMu sebagai Tuhan bahkan Ilah bagiku
yang akan meninggikan dan memuliakanku pada derajat orang-orang bertaqwa
Amiin…

Related Posts

Taubat
4/ 5
Oleh