Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2015

Kalajengking Neraka


Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama "Huraisy" berasal dari anak kalajengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.

Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak kemana dan siapa yang kau cari?

Huraisy pun menjawab, "Aku mau mencari 5 orang:

Pertama, orang yang meninggalkan shalat.

Kedua, orang yang tidak mau keluarkan zakat.

Ketiga, orang yang durhaka kepada ibu bapaknya.

Keempat, orang yang berbicara tentang dunia di dalam
masjid (bergosip)

Kelima, orang yang suka minum arak (miras)

Catatan: Hewan tidak dimasukkan ke dalam neraka tetapi Allah ciptakan hewan yang khas untuk menyiksa ahli neraka yg degil. Huhu...


Jaga sholat
Jaga iman
Jaga akhlaq
Tutup aurat

Rabu, 14 November 2012

Kiat Membuang Pikiran Kotor

Artikel berikut ini adalah kami rangkum dari web konsultasisyariah yang bertema Kiat Membuang Pikiran Kotor. Cara untuk menghilangkan pikiran kotor dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut: Pertama, Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat wanita (apa lagi di negeri kita porno aksi sebagai santapan yang biasa dinikmati), semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia.
Kedua, Mengambil pelajaran dari kisah para nabi atau orang sholeh yang mampu menjaga diri ketika dihadapkan kepada fitnah wanita, seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam, betapa beliau saat digoda oleh wanita yang bangsawan lagi cantik, tapi hal itu tidak mampu menebus tembok keimanan beliau, bahkan beliau memilih untuk ditahan dari pada terjerumus ke dalam maksiat. Ketiga, Ingat akan besarnya pahala diri di sisi Allah yang dijanjikan bagi orang yang mampu menjaga kehormatan diri sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah disebutkan di antaranya adalah seorang pemuda yang diajak untuk melakukan zina oleh seorang wanita cantik lagi bangsawan, anak muda itu menjawab: “Aku takut pada Allah”. Di samping mengingat tentang balasan yang akan diterimanya dalam surga yaitu bidadari yang senyumnya berkilau bagaikan cahaya, silakan baca bagaimana kecantikan bidadari yang diceritakan Allah dalam Al Quran. Keempat, Ingat betapa besarnya azab yang akan diterima bagi orang yang melakukan zina silakan baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengharamkan zina, seperti yang disebutkan dalam hadits bawa para pezina akan diazab dalam gerbong yang berbentuk kerucut, yang arah kuncupnya ke atas di bawahnya dinyalakan api bergelora dan membara, mereka melayang-layang dalam gerbong yang berbentuk kerucut tersebut karena disembur api dari bawah, tapi tidak bisa keluar karena lobang atas gerbong itu sangat kecil. Mereka berteriak dan memekik sekuat-kuatnya, sehingga pekik satu sama lainnya pun menyiksa. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka. Kelima, Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, jangan banyak menyendiri dan berkhayal. Di samping selalu berdoa kepada Allah supaya dihindarkan dari berbagai maksiat. Keenam, Bila memiliki kemampuan untuk berkeluarga ini adalah jalan yang paling terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bila tidak mampu maka usahakan berpuasa Senin Kamis, wallahu a’lam. *** Dijawab Oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra,M.A.

Jumat, 10 Februari 2012

Siksa bagi yang meninggalkan shalat: kepalanya dilempari dengan batu terus menerus

Siksa bagi yang meninggalkan shalat: kepalanya dilempari dengan batu terus menerus.

سَمُرَةُ بْنُ جُنْدَبٍ -رضى الله عنه- قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِمَّا يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ لأَصْحَابِهِ «هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْ رُؤْيَا» قَالَ فَيَقُصُّ عَلَيْهِ مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُصَّ، وَإِنَّهُ قَالَ ذَاتَ غَدَاةٍ «إِنَّهُ أَتَانِى اللَّيْلَةَ آتِيَانِ، وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِى، وَإِنَّهُمَا قَالاَ لِى انْطَلِقْ. وَإِنِّى انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا، وَإِنَّا أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُضْطَجِعٍ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِصَخْرَةٍ، وَإِذَا هُوَ يَهْوِى بِالصَّخْرَةِ لِرَأْسِهِ، فَيَثْلَغُ رَأْسَهُ فَيَتَهَدْهَدُ الْحَجَرُ هَا هُنَا، فَيَتْبَعُ الْحَجَرَ فَيَأْخُذُهُ، فَلاَ يَرْجِعُ إِلَيْهِ حَتَّى يَصِحَّ رَأْسُهُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُودُ عَلَيْهِ، فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ الْمَرَّةَ الأُولَى. قَالَ قُلْتُ لَهُمَا سُبْحَانَ اللَّهِ مَا هَذَانِ.

Artinya: “Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu berkata: “Senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering bertanya kepada para shahabatnya: “Apakah salah seorang dari kalian ada yang bermimpi?”, maka berceritalah yang ingin bercerita (tentang mimpinya). Dan pada suatu pagi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tadi malam telah datang kepadaku dua tamu, mereka mengajakku keluar dan berkata kepadaku: “Ayo jalan”, lalu akupun pergi bersama keduanya, lalu kami mendatangi seorang yang lagi berbaring terlentang dan seorang lagi berdiri sambil memegang sebongkah batu, ia melemparkan batu tersebut ke kepalanya (orang yang berbaring terlentang tadi), batu tadi akhirnya memecahkan kepalanya dan batu tersebut menggelinding kesana kemari, lalu ia mengikuti batunya dan mengambilnya, tidaklah ia kembali kepada orang yang berbaring terlentang tadi sampai kepalanya kembali seperti semula, kemudian ia kembali kepada orang yang berbaring terlentang tadi dan mengulangi perbuatannya, seperti yang ia lakukan ketika pertama kali. Lalu aku bertanya kepada dua yang membawaku: “Maha suci Allah, Apa yang mereka berdua ini lakukan?”…



Di akhir cerita dalam hadits ini disebutkan:

قُلْتُ لَهُمَا فَإِنِّى قَدْ رَأَيْتُ مُنْذُ اللَّيْلَةِ عَجَبًا ، فَمَا هَذَا الَّذِى رَأَيْتُ قَالَ قَالاَ لِى أَمَا إِنَّا سَنُخْبِرُكَ ، أَمَّا الرَّجُلُ الأَوَّلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُثْلَغُ رَأْسُهُ بِالْحَجَرِ ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَأْخُذُ الْقُرْآنَ فَيَرْفُضُهُ وَيَنَامُ عَنِ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ ،

“Aku (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata kepada dua orang yang membawaku: “Sungguh malam ini aku telah melihat sesuatu yang sangat menakjubkan, kiranya apakah yang telah aku lihat?”, dua orang ini menjawab: “Sungguh kami akan memberitahukanmu, adapun orang pertama yang engkau datangi, yang kepalanya dipecahkan dengan batu, dialah yang mengambil Al Quran lalu membuangnya dan tidur (tidak mengerjakan) shalat yang wajib, …”. HR. Bukhari.

Maksud dari "Mengambil Al Quran lalu membuangnya": Meninggalkan hafalan Al Quran dan tidak mengamalkan maknanya. Lihat Syarh Shahih Al Bukhari, karya Ibnu Baththal, Umdat Al Qari, karya Badruddin Al 'Ainy.

Maksud dari "Tidur (tidak mengerjakan) shalat yang wajib": Melalaikan shalat sehingga keluar waktunya. Lihat Syarh Shahih Bukhari, karya Ibnu Baththal.

Rabu, 17 Agustus 2011

Permainan Terorganisir di Dunia Fana



DUNIA dalam PANDANGAN ALLAH (ISLAM)



" Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? " (Qs al an'aam : 32)




" Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan " (Qs ali imran : 185)




Yup! Dunia itu penuh dengan permainan dan senda gurau. Dunia juga penuh dengan kesenangan yang memperdayakan.

Coba kita bayangkan!

Sejak bangun tidur hingga akan tidur kembali, kehidupan dunia fana yang kita jalani penuh dengan permainan dan senda gurau serta kesenangan yang memperdayakan.

~ Kita beraktivitas :

1. Menyalakan TV, membaca koran, majalah, media online (internet)

Apa yang kita lihat? Suguhan berupa :

- Berita, baik dan buruk

- Hiburan semacam gosip infotainment (insert,go show,dsb), musik (MTV, inbox, dahsyat, dsb), film (telenovela, sinetron, film (bolly/holly)wood, dsb), komedi (srimulat, extravaganza, opera van java, bukan empat mata, awas ada sulee...dsb), reality show (tolong, termehek-mehek, orang ke 3, dsb), ajang kompetisi bakat (indonesian idol, IMB,dsb), ajang biro jodoh mengumbar syahwat (take me/him out, dsb)

2. Pergi ke :

Pasar/mall

Apa yang kita lakukan?

- Belanja__>belanja yang dibutuhkan atau tak dibutuhkan

- Belanja plus__>window shopping alias cuci mata, nonton pertunjukkan/hiburan yang ada dalam pasar/mall, belanja sambil ngerumpi/nge-gosip

Sekolah/kampus

Apa yang kita lakukan?

- Belajar

- Belajar plus__>refreshing semisal ikut ekskul,bermain,berteman dan bersenda gurau dengan teman, dari yang halal hingga haram semisal berteman tapi mesra, berpacaran, bahkan berzina

3. Kita merayakan :

Hari keagamaan semisal idul fitri, idul adha atau tahun baru

Apa yang kita lakukan?

- Merayakan nya dengan khidmat__> zikrullah, bermajelis ta'lim, dan meningkatkan ilmu dienul Islam

- Merayakan nya dengan euforia berlebihan hingga bersikap berlebih-lebihan dan boros

- Meniup terompet, menyalakan kembang api, petasan

- Ikut 'track-track'an

- Hang out semalaman bahkan berhari-hari

- Berpesta pora

- Bahkan bermaksiyat padaNya di malam tahun baru dengan berzina, dsb

4. Kita bermain dan menonton olah raga dan permainan :

Sepak bola, berkuda, bertinju, dsb

Apa yang kita lakukan?

- Sekedar bermain dan berolah raga atau refreshing

- Bermain dan berolah raga plus__>ikut menjadi bonek mania berakibat pada fanatisme buta, permusuhan, pertikaian, ikut taruhan alias berjudi hingga melalaikan kewajiban kita pada Allah dan orang lain serta hakikat persoalan manusia dalam segala bidang (poleksosbudhankam)



SIKAP KITA?




Melihat begitu banyak aktivitas manusia diatas, bisa kita bayangkan betapa banyaknya aktivitas tersebut dipenuhi dengan senda gurau, permainan, dan kesenangan yang memperdayakan bagi sebagian para pelaku aktivitas tersebut.



Bermain dan bersenda gurau serta menikmati dunia dengan segala perhiasannnya tak mengapa asalkan tak melalaikan kita dari tujuan hidup kita di dunia sebagai seorang muslim dan mu'min.



Dalam islam, memang kita tak dilarang nonton bola via televisi atau main bola itu sendiri. Asal jangan kemudian melalaikan kewajiban yang telah dibebankan oleh agama kita. Dan diharamkan di dalam aktivitas permainan tersebut adanya sebuah kemaksiyatan pada Allah

Allah Swt, berfiman:

"...sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." [TQS al-Mâidah [5]: 90]



Imam Asy Syathibi menyatakan:

"Hiburan, permainan, dan bersantai adalah mubah atau boleh asal tidak terdapat suatu hal yang terlarang." Selanjutnya beliau menambahkan, "Namun demikian hal tersebut tercela dan tidak disukai oleh para ulama. Bahkan mereka tidak menyukai seorang lelaki yang dipandang tidak berusaha untuk memperbaiki kehidupannya di dunia dan tempat kembalinya di akhirat kelak, karena ia telah menghabiskan waktunya dengan berbagai macam kegiatan yang tidak mendatangkan suatu hasil duniawi dan ukhrawi". Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Al Hakim dengan sanad shahih: Setiap permainan di dunia ini adalah bathil, kecuali tiga hal; memanah, menjinakan kuda, dan bermain dengan istri... Yang dimaksud bathil di sini, adalah sia-sia atau yang semisalnya, yang tidak berguna dan tidak menghasilkan buah yang dapat dipetik (Al Muwaafaqaat, Jilid I, hlm 84).




Semua bentuk aktivitas yang melenakan dan memperdayakan kita terkategori dalam permainan yang terorganisir (lahwun munadhomun) dan telah dirancang oleh orang-orang kafir (Zionis) untuk melenakan kaum muslimin.

Hal ini bisa disimak dalam Protocol of Zion poin ke-13 yang diterbitkan Prof. Sergyei Nilus di Rusia pada 1902. Intinya, "Zionisme merencanakan hendak mengundang masyarakat melalui surat-surat kabar waktu itu, untuk mengikuti berbagai lomba yang sudah diprogram. Diharapkan kesenangan baru yang diciptakan itu secara perlahan akan melenakan kaum muslimin dari konflik-konflik kaum muslimin dengan bangsa Yahudi."



0leh karena itu, hendaknya kita jangan terpedaya oleh tipu daya musuh-musuh Allah dalam melenakan dan memperdayakan manusia, termasuk diri kita sebagai muslim dan mu'min.

Alangkah baiknya kita senantiasa fokus pada tujuan penciptaan diri kita oleh Allah dan pada aktivitas yang semakin mendekatkan diri kita pada Allah. Termasuk membentengi diri kita dengan mengkaji Islam untuk kita amalkan dalam kehidupan ber-individu, bermasyarakat, dan bernegara.Serta aktif dalam kegiatan muhasabah, dan da'wah islam/amar ma'ruf nahi munkar

" Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."(Qs ad dzariyat (51) : 55)


1. Demi Masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan menasehati supaya menetapi kesabaran. " (QS. Al 'Ashr: 1-3)

Sabtu, 11 Juni 2011

Keutamaan Hari Jum'at dan Sunnah-sunnahnya




Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala telah mengkhususkan umat Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam dan mengistimewakan mereka dari umat-umat yang lainnya dengan berbagai keistimewaan. Diantaranya adalah Allah subhanahu wata'ala memilihkan bagi mereka hari yang agung yaitu hari jum’at.

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah dan Hudzaifah radhiallahu anhum berkata: "Allah subhanahu wata'ala telah merahasiakan hari jum’at terhadap umat sebelum kita, maka orang-orang Yahudi memiliki hari sabtu, orang-orang Nashrani hari ahad, maka Allah subhanahu wata'ala mendatangkan umat ini, lalu Dia menunjukan kita hari jum’at ini, maka Dia menjadikan urutannya menjadi jum’at, sabtu ahad, demikian pula mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat, kita adalah umat terakhir di dunia ini namun yang pertama di hari kiamat, yang akan diputuskan perkaranya sebelum makhluk yang lain”.
(Shahih Muslim no: 856 dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dengan maknanya dari Abi Hurairah ra no: 876).

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Hari terbaik terbitnya matahari adalah pada hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu tersebut dia dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim: no: 854)

Di antara keutamaan hari ini adalah Allah subhanahu wata'ala menjadikan hari ini sebagai hari ‘ied bagi kaum muslimin. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam sunannya dari Ibnu Abbas radhhiyallahu a'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya hari ini adalah hari raya, Allah menjadikannya istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi”. (Ibnu Majah no: 1098)

Pada hari ini terdapat saat terkabulnya do’a, yaitu saat di mana tidaklah seorang hamba meminta kepada Allah subhanahu wata'ala padanya kecuali dia akan dikabulkan permohonannya. Diriwyatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahu a'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya pada hari jum’at terdapat satu saat tidaklah seorang muslim mendapatkannya dan dia dalam keadaan berdiri shalat dia meminta kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan dia menunjukkan dengan tangannya bahwa saat tersebut sangat sedikit. ( HR. Muslim no: 852 dan Al-Bukhari no: 5294)

Para ulama berbeda pendapat tentang waktu terjadinya dan pendapat yang paling kuat adalah dua pendapat:
Pertama: Yaitu saat duduknya imam sehingga shalat selesai, dan alasan ulama yang berpendapat seperti ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Barrah bin Abi Musa bahwa Abdullah bin Umar berkata kepadanya: Apakah engkau pernah mendengar bapakmu membacakan sebuah hadist yang berhubungan dengan saat mustajab pada hari jum’at?. Dia berkata: Ya aku pernah mendengarnya berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Dia terjadi saat antara imam duduk sehingga shalat selesai ditunaikan”.

Kedua: Dia terjadi setelah asar, dan pendapat inilah yang paling kuat di antara dua pendapat tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dari Jabir radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Hari jum’at itu dua belas jam, tidaklah seorang hamba yang muslim memohon kepada Allah sesuatu pada hari itu kecuali Dia akan memperkenankan permohonan hamab -Nya itu, maka carilah dia pada akhir waktu asar” (HR. An-Nasa’i: no: 1389).

Pendapat inilah yang dipegang oleh sebagian besar golongan salaf, dan telah didukung oleh berbagai hadits. Adapun tentang hadits riwayat Abi Musa yang sebelumnya maka hadits tersebut memiliki banyak cacat dan telah disebutkan oleh Al-hafiz Ibnu Hajar di dalam kitab Fathul Bari.

Di antara keutamaannya adalah bahwa hari itu adalah hari dihapuskannya dosa-dosa.

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Shalat lima waktu, jum’at ke jum’at yang lainnya dan ramadhan ke ramadhan yang lain adalah penghapus dosa antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi”.

Di antara adab-adab jum’at yang perlu dijaga oleh orang yang beriman adalah:

Pertama: Disunnahkan bagi imam untuk membaca (الم تنزيل) yaitu surat as-sajdah dan surat Al-Insan pada saat shalat fajar pada hari jum’at.

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari hadits riwayat Ibnu Abbas radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam membaca pada waktu shalat fajar pada hari jum’at (الم تنزيل) as-sajdah dan (هل أتى على الإنسان حين من الدهر)

Kedua: Disunnahkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam pada hari jum’at atau pada waktu malamnya, berdasarkan sabda Nabi dalam riwayat An-Nasa’i dari Aus bin Aus: Hari terbaik kalian adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dicabut nyawanya, pada hari itu akan terjadi tiupan sangkakala, pada hari itu dimatikannya seluruh makhluk pada hari kiamat, maka perbanyaklah membaca shalawat bagiku sebab shalawat kalian didatangkan kepadaku”.

Mereka bertanya wahai Rasulullah bagiamana shalawat kami didatangkan kepadamu padahal dirimu telah menjadi tulang belulang yang telah remuk?. Atau mereka berkata: Engkau telah remuk mejadi tanah?. Maka Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala telah mengharamkan kepada bumi memakan jasad para Nabi alaihimus shalatu was salam”. ( An—Nasa’I no: 1374)

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab sunannya dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Perbanyaklah membaca shalawat bagiku pada ahari jum’at dan malam jum’at, sebab barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku satu shalawat saja maka Allah subhanahu wata'ala akan membaca shalawat kepadanya sepuluh kali shalawat”.

Ketiga: Perintah untuk mandi jum’at dan masalah ini sangat ditekankan, bahkan sebagian ulama mengatakan wajib. Diriwayatkn oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Sa’id Al-Khudri radhhiyallahua'nhu berkata: Aku bersaksi bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Mandi pada hari Jum’at diwajibkan bagi orang yang telah mencapai usia balig dan menjalankan shalat sunnah dan memakai minyak wangi jika ada”.

Keempat: Disunnahkan menggunakan minyak wangi dan siwak, memakai pakaian yang terbaik. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Abi Sa’id AL-Khudri dan Abi Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, memakai siwak, memakai pakaian yang terbaik, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, memakai pakaian yang terbaiknya kemudan mendatangi mesjid sementara dia tidak melangkahi punak-pundak orang lain sehingga dia ruku’ (shalat) sekehendaknya, kemudian mendengarkan imam pada saat dia berdiri untuk berkhutbah sehingga selesai shalatnya maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara jum’at ini dengan hari jum’at sebelumnya ( Imam Ahmad: 3/81)

Kelima: Mambaca surat Al-Khafi. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari hadits Abi Said Al-Khudri radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca surat Al-kahfi pada hari jum’at maka akan maka sinar akan memancar meneranginya antara dua jum’at”. (Al-Hakim: 3/81)

Keenam: Disunnahkan bersegera menuju shalat jum’at. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dari Aus Al-Tsaqofi dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu 'anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang memandikan dan mandi, lalu bergegas menuju mesjid, mendekat kepada posisi imam, mendengar dan memperhatikan khutbah maka baginya dengan setiap langkah yang dilangkahkannya akan mendapat pahala satu tahun termasuk puasanya”. ( Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya: 2/209)

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalak kitab shahihnya dari Abu Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at yang sama seperti mandi janabah kemudian bersegera pergi ke mesjid maka dirinya seakan telah berkurban dengan seekor unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada masa ke dua maka dia seakan berkurban dengan seekor sapi, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ke tiga maka dia seakan telah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang keempat maka dia seakan telah berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ke empat maka dia seakan telah berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang maka para malaikat hadir mendengarkan zikir (khutbah).”

Dan bersegera menuju masjid untuk shalat jum’at termasuk perbuatan sunnah yang agung nilainya, namun banyak dilalaikan oleh banyak masyarakat, dan semoga hadits-hadits yang telah disebutkan di atas bisa memberikan motifasi dan memperkuat tekad, serta mengasah semangat untuk bersegera meraih nilai yang utama ini. Allah subhanahu wata'ala berfirman:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali imron: 133)

Segala puji bagi Allah subhanahu wata'ala Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu'alaihi wasallam dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.

oleh Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Kamis, 20 Januari 2011

4 Hal Yang 'LEBIH BAIK' dalam 4 Hal



Aku mengamati semua SAHABAT,

dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada MENJAGA LIDAH


Aku memikirkan tentang semua PAKAIAN,

dan tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada TAQWA


Aku merenungkan tentang semua jenis AMAL,

namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada MEMBERI NASIHAT BAIK


Aku mencari semua bentuk RIZQI,

namun tidak menemukan rizqi yang lebih baik daripada SABAR



(Umar Bin Khaththab)



Umar bin Khaththab salah seorang sahabat dekat nabi Muhammad SAW. Dan beliau adalah khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar ash Shiddiq. Jasanya terhadap penyebaran Islam sangat besar sehingga penulis Michael H.Heart menempatkannya sebagai orang paling berpengaruh nomor 51 sedunia. Beliau lahir di Makkah dari bani Ad dengan nama lengkap Umar bin Khaththab bin Nafiel bin Abdul Uzza. Selama masa jabatannya, kekuatan Islam maju pesat. Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara, dan Armenia berhasil ditaklukkan. Umar syahid setelah ditikam oleh Abu Lukluk, seorang budak Persia (yang dendam atas kekalahan Persia) di suatu subuh 25 Dzulhijjah 23 H saat Umar sedang menunaikan shalat subuh.

Semoga Allah merahmati dan meridhoi Umar bin Khaththab dan jasa-jasanya bagi Islam dan umatnya sepanjang masa.

Jumat, 07 Januari 2011

Mari Bersyukur Setiap Waktu




Pernahkah Anda berpikir berapa kekayaan setiap orang jika dihargai dengan uang? Berapakah harga tubuh manusia jika diuangkan? Berapa harga mata, hidung, telinga, mulut, otak, kepala, lidah, tangan kaki dan apa saja yang menjadi bagian dari tubuh manusia jika dirupiahkan?



Saat mata kita sehat, kita tak pernah berpikir betapa berharganya mata kita. Coba saja jika suatu ketika mata Anda, karena satu sebab kecelakaan tertentu, menjadi buta. Kebetulan Anda memiliki tabungan milyaran rupiah. Apa yang Anda lakukan? Anda pasti akan membayar berapa milyar pun untuk mengembalikan penglihatan Anda. Tak peduli jika untuk itu tabungan Anda terkuras nyaris habis. Saat tangan atau kaki kita sehat dan normal, kita pun mungkin jarang berpikir betapa bernilainya kedua anggota tubuh kita itu. Namun, pernahkah Anda membayangkan andai suatu saat, karena satu sebab musibah tertentu, tangan atau kaki Anda itu harus diamputasi? Pasti, jika kebetulan Anda orang kaya, Anda akan sanggup mengeluarkan ratusan juta atau bahkan milyar rupiah asal tangan atau kaki Anda tidak diamputasi dan kembali sehat serta normal seperti sedia kala. Bagaimana pula jika satu sebab bencana tertentu wajah Anda yang ganteng/cantik tiba-tiba harus menerima kenyataan rusak parah tak berbentuk akibat terbakar hebat atau terkena air keras? Pasti, Anda pun dengan ikhlas dan rela akan melepaskan harta apa saja yang Anda miliki asal wajah Anda bisa kembali ganteng/cantik seperti sedia kala.



Sudah banyak bukti, orang-orang yang berpunya sanggup mengorbankan hartanya sebanyak apapun demi mengembalikan kesehatannya; demi sembuh dari penyakit jantung, kanker, kelumpuhan, kecacatan dll. Bahkan demi mengembalikan agar kulitnya menjadi kencang, atau agar keriput di wajahnya bisa hilang, banyak orang rela merogoh sakunya dalam-dalam.



Jika sudah demikian, semestinya kita sadar, betapa kayanya setiap diri kita; hatta jika secara materi kita bukan orang berpunya. Bukankah kita akan tetap mempertahankan mata atau hidung kita meski ada orang mau menawar dan membelinya seharga ratusan juta rupiah? Bukankah kita tak akan rela melepas jantung atau paru-paru kita walau ada orang berani menawarnya seharga semilyar rupiah? Bukankah kita tak akan sudi kehilangan tangan atau kaki kita meski untuk itu kita mendapatkan kompensasi harta yang melimpah-ruah? Bukankah kita pun tak akan pernah rela menyewakan nafas kita barang lima atau 10 menit meski harga sewanya jutaan rupiah? Sebab, kita amat paham, tidak bernafas lima atau 10 menit berisiko menjadikan kita mati lemas.



Belum lagi jika kita berusaha meneliti udara yang kita hirup saat bernafas. Pikirkan pula air yang kita minum; yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak; dll. Renungkan pula bumi yang kita pijak, sinar matahari yang menyinari setiap hari, air hujan yang turun ke bumi, sinar bulan yang menghiasai malam, jalanan yang kita lalui, pemandangan alam yang kita nikmati, dll. Bagaimana jika semua itu harus kita beli? Berapa ratus juta bahkan berapa puluh milyar rupiah uang yang harus kita keluarkan?



Namun, alhamdulillah, semua kekayaan dan kemewahan itu Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma alias gratis! Tak sepeser pun kita dipungut oleh Allah SWT untuk membayar nikmat yang luar biasa itu. Amat pantaslah jika Allah SWT dalam Alquran surat ar-Rahman berkali-kali mengajukan pertanyaan retoris kepada manusia: Fa bi ayyi âlâ’i Rabbikumâ tukadzibân (Nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan)? Lebih dari itu, Dia-lah Tuhan Yang mengurus kita siang-malam tanpa pernah meminta upah secuil pun.



Mahabenar Allah Yang berfirman (yang artinya): Katakanlah, “Siapakah yang dapat memelihara kalian pada waktu malam dan siang hari selain Zat Yang Maha Pemurah?”(TQS al-Anbiya’ [21]: 42).




Pertanyaannya: Sudahkah atas semua itu kita bersyukur? Ataukah kita malah sering berlaku sombong dan takabur? Sudah berapa milyar kali hamdalah kita ucapkan untuk-Nya? Ataukah kita malah gemar berkhianat kepada-Nya? Na’udzu billah.



Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT yang selalu bersyukur setiap waktu atas segala karunia-Nya yang luar biasa itu, bukan hamba yang takabur apalagi kufur kepada-Nya. Paling tidak, hal itu dibuktikan dengan keseriusan dan ketekunan kita dalam beribadah dan ber-taqarrub kepada-Nya; dalam menaati segala titah-Nya; dalam mengorbankan apa saja untuk agama-Nya; serta dalam berjuang menegakkan akidah dan syariah-Nya demi kemuliaan Islam dan umatnya. Amin