Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2016

Muslim Wajib Tahu : Ternyata Begini Caranya Jin Buat Anda Lambat Menikah

Sekarang ini, batas usia menikah seseorang semakin tinggi. Bahkan banyak orang yang menikah pada umur lebih dari 30 tahun atau 40 tahun. Mereka menunda pernikahan karena berbagai alasan. Tapi secara tidak sadar, hal ini merupakan jebakan jin agar kita jauh dari sunnah Rasulullah.

Hati-hati, Ternyata Ini Caranya Jin Buat Anda Lambat Menikah
Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “An-Nubuwwaat” menjelaskan bahwa terkadang jin bisa jatuh cinta juga pada manusia layaknya manusia yang mencintai manusia lainnya, seperti laki-laki yang cinta pada seorang perempuan, begitu juga sebaliknya. Karena perasaan cintanya itu, mereka juga bisa merasakan cemburu. Bahkan ia melakukan segala hal untuk mendukung kecemburuannya itu.

Apabila orang yang dicintai sedang bersama perempuan atau laki-laki lain, maka sifat cemburunya akan muncul. Salah satu cara untuk memenuhinya adalah dengan membunuh orang tersebut atau segala hal yang bisa memenuhi nafsunya. Hal ini pun benar-benar terjadi, bahkan bisa dilihat dari tanda-tanda orang terkena gangguan jin.

Berdasarkan penjelasan tersebut, seorang muslim dan muslimah seharusnya selalu mengingat Allah dengan cara berdzikir sebagaimana yang telah dicontohkan Rasul pada umat manusia, khususnya berdzikir ketika melakukan hubungan suami istri dan ketika masuk ke kamar mandi.

Hal ini dikarenakan, setan dapat ikut campur dalam hubungan badan apabila hubungan tersebut tidak diawali dengan nama Allah atau berdzikir pada-Nya. Selain itu, hal ini bisa menjadi penyebab jin jatuh cinta pada manusia.

Lalu bagaimana kita bisa melihat tanda-tanda orang yang sedang dicintai oleh Jin? Inilah ciri-ciri ada gangguan jin yang bisa kita lihat:

1. Sering mimpi basah (jima’) tanpa alasan. Beberapa mimpi basah yang memiliki sebab adalah karena baligh, karena melihat sesuatu yang merangsang, sering membayangkan hubungan badan, dan karena air mani terlalu penuh sehingga harus dibuang. Ada juga mimpi basah karena adanya gangguan sehingga mimpi
basahnya terlalu lama dan apa yang dibayangkan terasa kenyatan. Setelah mimpi basah, biasanya badan akan terasa letih, capek, dan lemas.

2. Mimpi seolah akan dilamar dan dipaksa sekelompok orang untuk menikah.
3. Merasakan bayangan yang sama di sisi tempat tidur.

4. Enggan menikah.

5. Merasakan jika di sampingnya ada bayangan seseorang yang tidur dan berbaring, biasanya ketika akan tidur.

6. Setelah berhubungan dengan istri atau suaminya, ia merasa sedih dan dadanya sempit karena merasa tak ada gairah.

7. Bila menikah, merasa tidak nyaman ketika bermesraan dengan pasangan.

8. Tidak memiliki keinginan secara alami untuk berhubungan dengan pasangannya. Biasanya orang seperti ini akan melakukan hubungan karena terpaksa dan hanya melakukan kewajiban saja.

9. Tidak tertarik kepada lawan jenis.

10. Dorongan kuat untuk selalu melakukan masturbasi atau onani.

11. Susah memiliki keturunan, meskipun ia subur dan tidak mandul.

Berdasarkan tanda-tanda gangguan jin pada manusia tersebut, kita bisa melihat ke dalam diri kita sendiri. Apabila terdapat satu atau beberapa tanda di dalam diri kita, maka segeralah bertaubat dan meminta perlindungan kepada Allah. Jangan sampai karena jin itu mencintai kita, akan membuat kita selalu terjerumus dalam perbuatan dosa. Namun, jika tidak ada satupun tanda-tanda tersebut pada diri kita, maka lakukanlah pencegahan dengan senantiasa mendekatkan diri pada Allah agar mendapatkan perlindungan-Nya.
Sumber: kumpulanmisteri.com

Sabtu, 06 November 2010

Wanita Sholihah, sebaik-baik wanita dunia akhirat



Inginkah muslimah saat ini sejelita bidadari di surga?
Bidadari dengan sifat sebagaimana firmanNya,

" Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita parasnya. Seolah-olah mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik " (Qs ash Shaffat : 48-49)


Ibnu Katsiir menafsirkan ayat tersebut dengan wanita-wanita yang pandai menjaga kehormatannya. Paras mereka sangat jelita, matanya indah menawan, penampilannya luar biasa cantik, pandai menjaga diri, bertaqwa, dan bersih.

Allah juga berfirman,

" Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan " (Qs ar Rahman : 58)

Sebuah penggambaran yang begitu dahsyat tentang kecantikan seorang wanita bukan?
Bidadari surga adalah kesempurnaan pesona seorang wainta. Tak hanya pesona lahiriyah, tapi juga batiniah.

Diriwayatkan oleh Anas Bin Malik Ra., bahwa nabi SAW bersabda,
" Seandainya seorang bidadari dari surga menampakkan diri kepada penghuni bumi, niscaya cahaya tubuhnya dan bau harumnya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi, serta kerudung rambutnya lebih indah dan lebih bernilai daripada dunia seisinya " (HR. Bukhari)


Namun, percayakah kita bahwa ternyata ada sosok-sosok yang mampu mengalahkan sang bidadari surga itu? Ya, mereka adalah wanita sholihah. Meskipun di dunia mereka memiliki wajah biasa-biasa saja, ternyata mereka akan menandingi kemuliaan para bidadari surga ketika memasuki pintu surga.

Ummu Salamah ra bertanya kepada Rasulullah SAW, " Yaa Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?" Rasulullah SAW lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat lebih utama daripada bidadari surga karena sholat, puasa, dan ibadah yang mereka lakukan. Allah memberi cahaya di wajah mereka, mereka mengenakan pakaian sutera di tubuhnya, warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupaan mereka mutiara, dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan, " Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanyA. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya. "


Menjadi wanita melebihi bidadari surga memerlukan syarat. Yakni menjadi wanita sholihah, yang taat pada Allah, menjalankan segala kewajibannya sebagai seorang muslimah dalam beribadah padaNya,dan dalam menyeru umat manusia kepada Islam (da'wah Islam), sebagai seorang istri bagi suaminya yang ia taati (selama perintah nya dalam rangka untuk mentaati bukan melanggar hukum Allah), dan sebagai seorang ibu yang mengatur rumah tangga dan mendidik anak-anaknya sesuai risalah Islam.

Alangkah mulialah menjadi seorang wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya di rumah dan berperan melahirkan generasi dambaan umat Islam. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga.

Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya,

"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim)
.

Bagi para muslimah, andakah wanita sholihah itu? Perempuan-perempuan abadi yang takkan pernah mati?
Bagi para suami, sudahkah anda membantu istri anda menjadi wanita sholihah?
Marilah kita bersegara melakukan ketaatan pada Allah dalam segala hal tanpa tebang pilih. Sehingga kita, kaum muslimah, layak diberi predikat sebagai wanita sholihah oleh Allah SWT, dan dijadikanNya sebagai bidadari di akhirat (baca : di surga) sepeninggal diri kita di dunia fana ini.

Selasa, 29 Juni 2010

Mendekati Allah Dalam Keseharian


Manusia benar-benar merupakan makhluk Allah swt yang paling sempurna dibanding dengan makhluk-makhluk yang lain. Sehingga manusia memiliki nafsu dan sifat-sifat yang ada pada Allah swt (uluhiyyah), nafsu kemalaikatan, kemanusiaan (insaniyah-basyariyah), kebinatangan, dan kesyetanan. Karena itu, manusia yang mencintai Allah swt dan dicintaiNya, maka nafsunya akan cenderung kepada kebaikan (muthma’innah). Sebaliknya, manusia yang lebih mencintai syetan dan binatang, nafsunya akan cenderung kepada kejahatan dan keburukan, yang disebut sebagai nafsu ‘ammarah. Sedangkan nafsu yang dimiliki orang awam (umum) disebut nafsu lawwamah, karena kecenderungannya berubah-ubah antara baik dan buruk.

Dan, pada kenyataannya manusia modern sekarang ini lebih banyak yang mencintai syetan, binatang, dan tentu saja dunia-materi. Maka benar apa yang dikatakan Nabi Muhammad saw bahwa manusia lebih mencintai dunia dari pada mencintai Allah swt. Bahkan mereka sudah menghalalkan segala cara dalam hidupnya. Kata Nabi:”Ya’ty ‘alannazzaman laa yubaalul mar’u maa ahada minal halal wal haram — akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi memperdulikan yang halal dan haram (menghalalkan segala cara)”. Ini karena pengaruh hubbuddunnya.

Jika hal itu benar-benar berkembang, apalagi kalau diperhatikan gejala-gejalanya sekarang ini cocok dengan hadis nabi tersebut, maka dunia ini sudah di ambang kehancuran. Suatu kehancuran yang pasti diturunkan oleh Allah swt seperti yang pernah diturunkan kepada umat Nabi Nuh, Luth, Soleh, kaum ‘Ad, Tsamud, Sabah, Fir’aun, Korun dsb. Bahwa kehancuran itu karena tiga unsur yang mendominasi masyarakat; yaitu penguasa, pengusaha dan rakyat yang semuanya menghalalkan segala cara. Karena itu tidak mustahil Indonesia akan hancur seperti kehancuran yang diturunkan pada umat nabi-nabi dan kaum-kaum terdahulu, jika tidak kembali pada seruan Allah swt dan Rasulullah Saw. Berikut petikan wawancara Sufi dengan Pengasuh Pesantren “Babussalam” Ciburial Indah, Bandung Jawa Barat, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Bagaimana Anda melihat nafsu?
Nafsu itu selalu mengajak (cenderung) pada kejahatan. Oleh sebab kita harus terus berusaha mempelajari ma’rifatullah (mengetahui ajaran-ajaran Allah) untuk membersihkan diri (tazkiyatunnafs) dalam kerangka mampu membersihkan nafsu kejahatan dan keburukan, sehingga bisa mencintai Allah melebihi kecintaan kita terhadap yang lain. Itu metode sederhana (untuk mengarahkan nafsu) ini agar mencintai Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, Yusuf, 53:”Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh TuhanKu. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Sesungguhnya nafsu itu bertingkat-tingkat. Di antaranya dari aspek kemanusiaan (insaniyah-basyariah) manusia bisa memiliki nafsu kemalaikatan (malakiyah), Ketuhanan (uluhiyyah), kemudian nafsu yang terendah adalah nafsu kebinatangan (hayawaniyah) dan kesyetanan (syaithoniyah). Semua itu ada pada manusia. Tapi, kalau manusia yang beriman itu mengerahkan nafsu itu untuk mencintai Allah melebihi segala-galanya, maka akan hilang nafsu dan pengaruh nafsu yang buruk dan jahat tersebut. Misalnya nafsu ‘ammarah ini cenderung kepada kejahatan, lawwamah cenderung pada baik dan buruk dan ini biasanya dimiliki oleh masyarakat awam. Kemudian nafsu muthma’innah, ini cenderung pada kebaikan (mahabbatullah) dan mahabbatullah ini biasanya sudah mencapai tingkat radliyah (orang yang mencapai keridloan Allah) dan dicintai Allah, seperti dijelaskan dalam Al-Quran Al-Fajr, 27-28:”Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ikhlas lagi diridloiNya”. Karena itu, dia akan memandang banwa musibah apa saja di dunia ini datangnya dari Allah.

Namun rodliyah itu ada hubungannya dengan tingkatan-tingkatan ibadah seseorang, yang tidak hanya sekadar melaksanakan kewajiban syara’ atau ubudiyyah. Sedangkan bagi ‘abuudah/’ubuudah ini ibadah yang sudah mencapai suatu kenikmatan yang bisa mencapai tingkatan hakikat. Oleh sebab itu dalam Islam ada tingkatan ibadah syariat, thariqat, dan hakikat.

Bagi yang sudah mencapai hakikat kuncinya “hua” yaitu wujud dari Allah, lalu “bihi” yaitu segala kejadian karena kekuasaan Allah, “minhu” yaitu segala apa yang menimpa pada diri seseorang itu berasal dari Allah. Lalu “ilaihi”, ia akan kembali pada Allah. Dan kalau nafsu manusia sudah mencapai tingkat ini, maka nafsunya tidak akan bergeser dari Allah. Sehingga kalau mendapat musibah justru ia merasa nikmat karena datangnya dari Allah. Dan itu bisa dicapai karena mahabbatullah, inilah yang disebut (rodliyah). Dan dengan kerelaannya itu ia akan mencapai mardliyyah, yaitu ia akan dilihat, diawasi dan dicintai oleh Allah swt.

Jadi ada nafsu khofy dan jaly?
Khofy dan jaly ada dalam dzikir yang disebut khalwat, berdua-duan dengan Allah setiap saat. Tapi, berkhalwat di tempat yang sepi itu gampang, yang sulit adalah di tengah keramaian era modern apakah sebagai (legislative, eksekutif, konglomerat dll). Dan bukan sesuatu yang mustahil bisa berkhalwat dengan Allah, sehingga ia akan jauh dari maksiat dan kemungkaran. Orang-orang seperti itulah yang kita harapkan bisa memberantas KKN misalnya melalui KPK (Komisi Pemberantas Korupsi), pengadilan, kejaksaan, kehakiman, aparat penegak hokum dan sebagainya.

Jadi, tidak semata-mata menghindari dunia. Yang penting jiwanya itu berkhalwat dengan Allah swt setiap waktu dalam kehidupannya dengan berusaha dirinya menjadi rahmatan lillalamain dan inilah yang akan dibawa pada Allah swt di akhirat kelak.

Nafsu mahabbatullah itu berarti bertingkat dan menghindari duniawi?
Yang ada adalah tingkatan-tingkatan. Kalau tingkatan puncaknya seperti Al-Hallaj, Rabiah Ad-Dimasq, Rabiah Adawiyah Syekh Siti Jenar, dll tentu akan meninggalkan dunia. Tapi di era modern ini meski berada di tengah keramaian duniawi dan tetap memberi cahaya ketuhanan dengan muthma’innah tetap bisa bersujud dalam seluruh aspek kehidupannya, maka inilah yang kita harapkan. Karena seperti kata Syekh Yusuf Makassar, bahwa inti ajaran Islam itu ma’rifatullah, ma’rifatullah itu adalah akhlak dan intisari dari akhlak tersebut adalah shilaturrahim dan inti shilaturrahim tersebut sebagaimana dikatakan Ali bin Abi Thalib ra. Adalah “Inna afdholal a’maala idkholus suruuri fi quluubil ikhwani---amal yang berat timbangannya adalah menyenangkan orang lain, memudahkan urusan orang lain, bukan mempersulit”. Jadi ia akan terjun ke tengah masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai ilahiyah-Ketuhanan dengan memberikan ketauldanan (uswah), sehingga keberadaannya menjadi rahmatan lillamaian.

Seperti dicontohkan nabi ketika membetulkan sahabat yang salah dalam berwudhu, di mana beliau sangat menghargai hak asasi manusia. Waktu itu beliau melihat sahabat yang salah dalam berwudhu. Lalu beliau memanggil Ali agar mengajak sahabat itu berwudu lagi, contoh seperti itu karena nabi tidak ingin sahabat tersebut tersinggung.

Tapi umat sekarang kalau tidak diingatkan dengan terus terang tidak akan mengerti, akibat sudah menghalalkan segala cara dalam hidupnya. Sama sulitnya dengan perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Quran dan yang bisa memahami hanya orang yang dalam ilmu pengetahuan agamanya (al-rosyihuun). Sekarang ini harus tegas dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Karena itu kata Al-Faraby, pemimpin negara itu harus filosofis, yaitu makin tinggi ilmunya, luas wawasannya dsb maka ia akan makin tawaddhu’, rendah hati, tidak sombong, tidak menggunakan otot-kekerasan, tapi menggunakan akal pikiran yang sehat.

Lalu apa bedanya dengan hawa nafsu?
Itu istilah Indonesia saja. Dalam Al-Quran ada hawanun kekuatan yang dimiliki oleh nabi dan ada tiga sumber hawanun yang mengakibatkan hancurnya manusia. Yaitu 1). Hawa muttaba’ kekuatan nafsu yang tidak bisa dibendung yang diikuti 2). sifat kikir, yang ditaati manusia, dan 3). Ijabul mar’i linafsi, yaitu ujub (sombong) manusia terhadap dirinya sendiri. Sedangkan dalam kata-kata nafsu dalam Islam hampir sama dengan Indonesia, yaitu hawa nafsu.

Artinya manusia banyak diperbudak oleh hawa nafsunya?
Ya. Itu nafsu yang berhubungan dengan syahwat. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, Ali Imran, 14:”Dijadikannya indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta benda yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda (kendaraan) pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah tempat kembali yang baik”.

Sekarang terbukti apa yang dikatakan nabi bahwa manusia lebih mencintai dunia (hubbuddunya) dari pada mencintai Allah swt. Bahkan kini sudah menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi kepentingan hawa nafsu syathoniyahnya. Karena itu nabi bersabda:”Ya’ti ‘alannazzaman laa yubaalul mar’u maa ahada minal halal wal haram—akan dating suatu zaman di mana manusia tidak lagi memperdulikan yang halal dan haram (menghalalkan segala macam cara)”. Ini karena pengaruh hubbuddunya dan nafsu syaithoniyahnya menguasai seseorang dan karena itu harus diarahkan untuk mahabbatullah.

Masih adakah yang komitmen dengan nafsu uluhiyyah di era modern ini?
Ada. Tapi, kalau diperhatikan gejala-hejalanya sekarang ini, sudah di ambang kehancuran. Akibatnya ya itu tadi, pemimpin negera ini dari tingkat pusat sampai daerah, pengusaha dari yang pedagang kaki lima (PKL) sampai konglomerat, dan rakyat dari rakyat kecil sampai elit sudah sama-sama menghalalkan segala macam cara. Kalau itu terus berkembang dan tidak terkendali, saya khawatir Allah swt tidak lama lagi akan menurunkan adzab, musibah dan semacamnya yang pernah diturunkan kepada umat Nabi Nuh, Luth, Soleh, kaum ‘Ad, Tsamud, Sabah, Fir’aun, Korun dll. Untuk itulah kita berdoa kepada Allah swt agar tetap dan terus mencintaiNya;:”Allohummarzuqny hubbaka wahubba man yuhibbuka wal’amalal ladzy yuballighuny hubbaka waj’al habbaka ahabbal asyyaa’a ilayya—Ya Allah berikan rizki kami agar mencintai Engkau dan mencintai orang-orang yang mencintai Engkau, dan beramal setiap amal itu akan membawa cintaku kepadaMu Ya Allah, dan jadikanlah cintaku padaMu sesuatu yang melebihi dari pada mencintai segala-galanya”.

Oleh (Dakwah Sahabat): KH. Muchtar Adam, Pengasuh Pesantren “Babussalam” Ciburial Indah, Bandung

Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami | Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel

Minggu, 20 Juni 2010

Bencana Akibat Tersebarnya Zina


Bencana Akibat Tersebarnya Zina
Dalam riwayat Ibnu Majah dan al-Hakim dan riwayat ini shahih dengan salah satu lafadz, Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

لم تظهر الفاحشة في قوم قط حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الطاعون و الأوجاع التي لم تكن مضت في أسلافهم الذين مضوا
“Tidaklah perzinahan tampak pada sebuah kaum hingga mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada para pendahulu mereka yang telah lalu akan mewabah pada mereka”

Sesuatu yang diberitakan oleh Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam telah tampak pada masa ini. Ini memberikan bukti bagi dunia bahwa ajaran Islam adalah yang terbaik bagi manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah pengidap penyakit kencing nanah (Gonorrhea) setiap tahunnya lebih dari 250 juta orang. Sebagaimana diperkirakan jumlah pengidap penyakit spilis setiap tahunnya mencapai 50 juta orang. Majalah Amerika, The Times tanggal 4 juli 1983 menyebutkan 20 juta warga Amerika mengidap penyakit Herpes, dan mengumumkan bahwa di Afrika saja 30 juta orang mati setiap tahun dengan sebab penyakit AIDS yang muncul akibat hubungan seks bebas (zina). Di samping itu juga muncul penyakit-penyakit lain yang bermacam-macam akibat tersebarnya perzinahan.
Wallahu A'lam.

(100 Mukjizat Islam, Karya Yusuf Ali al-Jasir, Pustaka Darul Haq, diposting oleh Abu Maryam Abdusshomad)(http://jamaahmasjid.blogspot.com)


Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami | Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel

Jumat, 11 Juni 2010

Siwak dari Segi Ilmiah


Banyak hadits yang meriwayatkan tentang siwak dan anjuran untuk menggunakannya. Diantaranya hadits berikut ini; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Siwak adalah pembersih mulut dan sebab ridhanya Rabb". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Hudzaifah ra., dia berkata, "Nabi Saw selalu menggosok giginya dengan siwak setiap bangun dari tidur malam hari (HR Bukhari)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersiwak dalam waktu puasa dan tidak, pada waktu wudhu, ketika akan sholat atau memasuki rumah. Beliau bersiwak dengan kayu(dahan ) Araak. Bila tidur, siwak itu diletakkan di dekat kepalanya, dan jika bangun tidur beliau mulai bersiwak.

Dalam kitab Ath-Thubbun Nabawi (Medis Nabawi) yang disusun oleh Ibnul Qoyyim dijelaskan manfaat siwak antara lain :

- membersihkan mulut,
- membersihkan gusi,
- mencegah pendarahan
- menguatkan penglihatan
- mencegah gigi berlubang
- menyehatkan pencernaan
- menjernihkan suara
- membantu pencernaan makanan
- memperlancar saluran nafas (bicara)
- menggiatkan bacaan
- menahan tidur
- meridhokan Allah Ta’ala
- dikagumi malaikat


Penelitian terbaru terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.

Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :

- Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
- Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
- Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
- Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
- Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Sebuah penelitian terbaru tentang ‘Periodontal Treatment’ (Perawatan gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap ‘Periodontal Treatment’.

Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaanperusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan. Mari kita budayakan hidup sehat dengan bersiwak…!!!

Sudah ada penelitian tentang siwak pada gigi
. Mineral yang terdapat di dalam siwak seperti Natrium Klorida, Kalium, Sodium Bikarbonat dan Kalsium Oksida juga berfungsi membersihkan gigi. Bau harum dan rasanya yang enak, timbul dari minyak alamiah berjumlah 1% dari seluruh komposisi. Selain itu di dalam siwak juga terdapat enzim yang mecegah penyakit gusi. Komposisi alamiah yang terdapat pada siwak, ditiru dengan menambahkan zat-zat seperti yang terdapat pada siwak, pada pasta gigi buatan. Penelitian lain menyebutkan bahwa siwak berasal dari pohon Salvadore Persica yang tumbuh di sekitar kota Mekah dan Timur Tengah, jarang mempunyai diameter lebih dari satu kaki. Siwak memiliki kandungan antara lain; trimetil amine, klorida, fluorida dan silika. Karena khasiatnya yang baik, bahan ini juga dibuat dalam bentuk serbuk dan digunakan dengan sikat gigi biasa

Sebuah majalah Jerman memuat tulisan ilmuwan yang bernama Rudat, direktur Institut Perkumanan Universitas Rostock. Dalam tulisannya itu ia berkata, "Setelah saya membaca tentang siwak yang biasa digunakan Bangsa Arab sebagai sikat gigi, sejak saat itu pula saya mulai melakukan pengkajian. Penelitian ilmiah modern mengukuhkan, bahwa siwak mengandung zat yang melawan pembusukan, zat pembersih yang membantu membunuh kuman, memutihkan gigi, melindungi gigi dari kerapuhan, bekerja membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat, dan melindungi mulut serta gigi dari berbagai penyakit. Sebagaimana telah terbukti bahwa siwak memiliki manfaat mencegah kanker." [http://jamaahmasjid.blogspot.com]

Waallahu a'lam. Oleh: Hudzaifah Ibnul Yaman

Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami |Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel

Rabu, 09 Juni 2010

Muslimah yang Ikhlas


Saudariku muslimah… ketahuilah bahwa engkau dan manusia seluruhnya di muka bumi ini diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah, demikian pula tujuan jin diciptakan tidak lain adalah untuk meyembah Allah.

Allah berfirman,
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (yaitu mengesaknKu).” (Adz Dzariyat 56)

Ibadah dilakukan oleh seorang muslimah karena kebutuhannya terhadap Allah sebagai tempat sandaran hati dan jiwa, sekaligus tempat memohon pertolongan dan perlindungan. Dan ketahuilah saudariku bahwa ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal seorang muslimah, di samping dia harus mencontoh gerak dan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ibadahnya.

“Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepadaNya, dengan mentauhidknnya.” (Al Bayyinah 5)

Ikhlas adalah meniatkan ibadah seorang muslimah hanya untuk mengharap keridhoan dan wajah Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah tersebut. Ibadah yang dilakukan untuk selain Allah atau menjadikan sekutu bagi Allah sebagai tujuan ibadah ketika sedang beribadah kepada Allah adalah syirik dan ibadah yang dilakukan dengan niat yang demikian tidak akan diterima oleh Allah. Misalnya menyembah berhala di samping menyembah Allah atau dengan ibadah kita mengharapkan pujian, harta, kedudukan dunia, dan lain-lain. Syirik merusak kejernihan ibadah dan menghilangkan keikhlasan dan pahalanya.

Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan pahala?”

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ” Ia tidak mendapatkan apa-apa.”
Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, dan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjawab, ” Ia tidak akan mendapatkan apa-apa. ” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajahNya.” (HR. Abu Dawud dan Nasai)

Ketahuilah saudariku… bahwa ikhlas bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran, sedikit atau pun banyak – sehingga tujuan ibadah adalah murni karena Allah.

Ikhlas hanya akan datang dari seorang muslimah yang mencintai Allah dan menjadikan Allah sebagi satu-satunya sandaran dan harapan. Namun kebanyakan wanita pada zaman sekarang mudah tergoda dengan gemerlap dunia dan mengikuti keinginan nafsunya. Padahal nafsu akan mendorong seorang muslimah untuk lalai berbuat ketaatan dan tenggelam dalam kemaksiatan, yang akhirnya akan menjerumuskan dia pada palung kehancuran di dunia dan jurang neraka kelak di akhirat.

Oleh karena itu, hampir tidak ada ibadah yang dilakukan seorang muslimah bisa benar-benar bersih dari harapan-harapan dunia. Namun ini bukanlah alasan untuk tidak memperhatikan keikhlasan. Ingatlah bahwa Allah sentiasa menyayangi hambaNya, selalu memberikan rahmat kepada hambaNya dan senang jika hambaNya kembali padaNya. Allah senatiasa menolong seorang muslimah yang berusaha mencari keridhoan dan wajahNya.

Tetaplah berusaha dan berlatih untuk menjadi orang yang ikhlas. Salah satu cara untuk ikhlas adalah menghilangkan ketamakan terhadap dunia dan berusaha agar hati selalu terfokus kepada janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan berupa kenikmatan abadi di surga dan menjauhkan kita dari neraka. Selain itu, berusaha menyembunyikan amalan kebaikan dan ibadah agar tidak menarik perhatianmu untuk dilihat dan didengar orang, sehingga mereka memujimu. Belajarlah dari generasi terdahulu yang berusaha ikhlas agar mendapatkan ridho Allah.

Dahulu ada penduduk Madinah yang mendapatkan sedekah misterius, hingga akhirnya sedekah itu berhenti bertepatan dengan sepeninggalnya Ali bin Al Husain. Orang-orang yang yang memandikan beliau tiba-tiba melihat bekas-bekas menghitam di punggung beliau, dan bertanya, “Apa ini?” Sebagian mereka menjawab, “Beliau biasa memanggul karung gandum di waktu malam untuk dibagikan kepada orang-orang fakir di Madinah.” Akhirnya mereka pun tahu siapa yang selama ini suka memberi sedekah kepada mereka. Ketika hidupnya, Ali bin Husain pernah berkata, “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah.”

Janganlah engkau menjadi orang-orang yang meremehkan keikhlasan dan lalai darinya. Kelak pad hari kiamat orang-orang yang lalai akan mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah berubah menjadi keburukan. Ibadah mereka tidak diterima Allah, sedang mereka juga mendapat balasan berupa api neraka dosa syirik mereka kepada Allah.

Allah berfirman,
“Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi azab mereka dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (Az Zumar 47-48)

“Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104)

Saudariku muslimah… bersabarlah dalam belajar ikhlas. Palingkan wajahmu dari pujian manusia dan gemerlap dunia. Sesungguhnya dunia ini fana dan akan hancur, maka sia-sia ibadah yang engkau lakukan untuk dunia. Sedangkan akhirat adalah kekal, kenikmatannya juga siksanya. Bersabarlah di dunia yang hanya sebentar, karena engkau tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walau hanya sebentar. [Ummu Habibah / http://jamaahmasjid.blogspot.com]

Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami |Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel

Minggu, 06 Juni 2010

Hati-hati terhadap Penyakit Hati


Takut, cemas dan berduka cita merupakan penyakit hati yang sulit diobati. Orang beriman terbebas dari rasa takut terhadap peristiwa yg telah berlalu, tidak pernah cemas dengan masa depan dan tidak pernah berduka cita atas kejadian yg dia alami. Orang beriman terbebas dari semua itu karena dalam jiwanya sudah ada keyakinan bahwa hanya dgn izin Allah segala sesuatu dapat terjadi.

Menjalar kepadamu penyakit umat-umat sebelum kamu sekalian, yaitu marah dan dengki. ( penyakit ) itu mencukur agama bukan mencukur rambut. ( H.R. Abu Dawud dan Tirmizi )

hai orang2 beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari keslahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yg lain. Sukakah salah seorang dri kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu mersa jijik kepadanya.( Q.S. Al-Hujurat/49 : 12 )

jauhilah olehmu prasangka karena prasangka itu ucapan yang paling dusta. Janganlah memata-matai, janganlah mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah saling bersaing, saling iri, saling membelakangi/berselisih, dan saling membenci. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. ( H.R. Bhukhari. )

Jauhilah dengki karena dengki memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar atau rumput. ( H.R. Abu Dawud )

hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. ( Q.S. Al-Anfal : 27 )

dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anak mu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ( Q.S. Al-Anfal : 28 )

sampaikanlah amanat (kepercayaan) kepada orang yang mengamanatkan kepadamu dan janganlah berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu. ( H.R. Ashabu sunan ) - http://jamaahmasjid.blogspot.com

Oleh: Hudzaifah Ibnul Yaman | Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami |Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel

Kamis, 03 Juni 2010

Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu


Didalam QS Al Baqarah [2] ayat 153 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. MENGAPA SABAR DAN SHOLAT SEBAGAI PENOLONG? Kata sabar lebih dari seratus kali disebut didalam Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya makna sabar. Karena sabar merupakan poros, sekaligus inti dan asas segala macam kemuliaan akhlak. Jika kita telusuri lebih lanjut ternyata hakekat seluruh akhlak mulia, sabar selalu menjadi asas atau landasaannya. Misalnya :

* ‘Iffah (menjaga kesucian diri) adalah merupakan bentuk kesabaran dalam
menahan diri dari memperturutkan syahwat.
* Syukur adalah bentuk kesabaran untuk tidak mengingkari nikmat dari Allah SWT.
* Qana’ah (merasa cukup dengan apa yang ada) adalah sabar dengan menahan diri
dari angan-angan dan keserakahan.
* Hilm (lemah lembut) adalah kesabaran dalam mengendalikan amarah.
* Pemaaf adalah sabar untuk tidak membalas dendam.
* Demikian pula keutamaan akhlak lainnya, semuanya bersumbu pada kesabaran

Dengan kata lain secara psikologis kita bisa memaknai kesabaran sebagai suatu kemampuan untuk menerima, mengolah, dan menyikapi kenyataan. Jadi sabar adalah upaya menahan diri dalam melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk mencapai ridho Allah SWT. Maka orang yang sabar adalah orang yang mampu menempatkan diri dan bersikap optimal dalam setiap keadaan. Sabar bukanlah sebuah bentuk keputus asaan tapi merupakan optimisme yang terukur. Ketika menghadapi situasi dimana kita harus marah misalnya maka marahlah secara bijak dan diniatkan untuk kebaikan bersama.

Sedangkan sholat adalah ibadah yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan gerakan dan bacaan tertentu seperti yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Sholat adalah ibadah paripurna yang memadukan olah pikir, gerak, dan rasa. Ketiganya terpadu secara serasi dan selaras dan saling melengkapi. Dalam sholat terintegrasi proses latihan meletakkan kendali diri secara proporsional, mulai dari gerakan, inderawi, aql, dan pengelolaan nafsu yang pada akhirnya akan menghasilkan jiwa yang bersifat muthma’innah. Orang yang memiliki jiwa muthma’innah inilah yang pada akhirnya akan mampu mengaplikasikan nilai-nilai sholat dalam keseharian yaitu nilai-nilai yang didominasi kesabaran paripurna. Prakteknya tercermin dalam sikap penuh syukur, pemaaf, lemah lembut, penyayang, tawakal, qana’ah, menjaga kesucian diri, istiqomah dsb. Dengan kata lain, orang yang sholatnya baik dalam hidupnya akan dipenuhi sifat sabar yang tercermin dalam tingginya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itulah maka Rasulullah, para sahabat, dan orang-orang shaleh menjadikan sholat sebagai istirahat, sarana pembelajaran, media pembangkit energi, sumber kekuatan dan pemandu untuk meraih kemenangan. Ketika mendapat rezeki melimpah, sholatlah ungkapan kesyukurannya. Ketika beban hidup makin berat, maka sholatlah yang meringankannya. Ketika rasa cemas membelenggu, sholatlah yang membebaskannya.

Maka tak heran bila khubaib bin Adi ketika akan menjalani eksekusi mati, dedengkot kafir quraisy memberi kesempatan untuk mengajukan permintaan terakhirnya. Apa yang dia minta? Ternyata yang diminta adalah kesempatan untuk sholat. Dengan kusyuk sholat dua rakaat ditunaikan. Selepas itu beliau berkata,”Andai saja aku tidak ingin dianggap takut dan mengulur-ulur waktu niscaya akan kuperpanjang lagi sholatku ini”.

Memang sholat yang baik akan menghasilkan kemampuan bersabar. Sebaliknya kesabaran yang baik akan menghasilkan sholat yang berkualitas yaitu terjadinya dialog dengan Allah SWT sehingga melahirkan kenikmatan, ketenangan yang tak terhingga di hati. Barangsiapa yang mampu merasakan nikmatnya berdialog dengan Allah SWT didalam Sholat maka niscaya Allah SWT akan membuka lebar-lebar pintu pertolonganNya. Sudahkan sholat kita demikian?

Oleh karena itu marilah kita berusaha menegakkan sholat dan mewarnai kehidupan kita penuh kesabaran agar pintu pertolongan senatiasa terbuka lebar untuk kita. Amin. (http://jamaahmasjid.blogspot.com)

Oleh: Hudzaifah Ibnul Yaman | Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami |Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel

Senin, 31 Mei 2010

Khalid Al-Miski: Pemuda Idaman


Khalid Al-Miski adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara', ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.

Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, "Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan memper¬malukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku."

Khalid berusaha mengalihkan pembicaraan, tetapi tanpa membuahkan hasil. Lalu Khalid memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Akan tetapi, setan telah menguasai wanita cantik tersebut dan membutakan mata hatinya.

Ketika Khalid yakin bahwasanya ia tidak bisa menyelamatkan diri dari ancaman wanita tersebut, maka ia tampakkan dirinya menyetujui permintaannya dan meminta izin untuk ber¬benah diri di kamar mandi. Wanita itu bahagia dan setuju. Khalid masuk ke kamar mandi dan berpikir bagaimana caranya agar dapat terhindar dari godaan ini. Kemudian, Allah memberi petunjuk, sekalipun nanti tubuhnya akan kotor. Tidak masalah, asalkan ia dapat menghindarkan diri dari maksiat yang pasti mendatangkan murka Allah. Kemudian, Khalid melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja, dengan demikian tercium bau tidak enak, kelihatan jelek, dan menjijikkan.

Khalid keluar dari kamar mandi, begitu wanita tersebut melihat Khalid kotor dan menjijikkan, ia menghardik dan me¬nyuruhnya keluar serta mengusir dari rumahnya. Pemuda tersebut lari dan meninggalkan rumah wanita untuk menyelamatkan diri dan agamanya.

Allah Ta'ala mengganti bau busuk dan menjijikkan itu dengan bau yang harum bagaikan minyak miski. Orang-orang pun dari kejauhan sudah mengetahui kedatangannya, sebelum mereka melihat Khalid, yaitu dengan mencium baunya yang harum. Sejak saat itu orang-orang memanggilnya dengan Khalid Al-¬Miski.

Inilah seorang Mukmin yang sebenarnya, yang meyakini bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-geriknya setiap saat sehingga sekalipun di hadapannya seorang wanita yang cantik dan gemulai, namun ia merasa takut kepada Allah.
Tidak takut kepada manusia atau undang-undang karena semuanya tidak dapat melihat dan mengawasinya sepanjang waktu. Hanya Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihatlah yang senantiasa memantau gerakannya. Khalid takut dengan bahaya yang ditim¬bulkan oleh maksiat, maka ia mencari alasan dengan melumuri kotoran pada tubuhnya, dan justru ini menunjukkan kebersihan batinnya dan ketulusan imannya. Kemudian, Allah mengganti¬nya dengan bau harum semerbak di dunia dan baginya di akhirat pahala yang besar dan berlimpah.

Sekarang ini, di zaman kita hidup, berapa banyak manusia melumuri wajah dan tubuhnya dengan parfum dan wangi¬-wangian. Akan tetapi, bau busuk perbuatan mereka menjadikan mereka tercemar dan terbongkar keburukannya, walaupun mereka berusaha menutupi aibnya. Disebabkan mereka hanya takut kepada manusia, bukan kepada Allah. Balasan seseorang itu sesuai dengan jenis amalnya. http://jamaahmasjid.blogspot.com

Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami |Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel

Minggu, 30 Mei 2010

Dosa yang Lebih Hebat dari Berzina


Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa IA berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping Dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala IA berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itu pun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun……lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya Cekik lehernya sampai……tewas”, ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi musa berapi-api matanya. Dengan muka berang IA menghardik,” Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan Mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit Dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan IA tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina Dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

“Betulkah Ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” “Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja Dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina. Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja Dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib Dan tidak perlu atas dirinya. Berarti IA seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur Dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat Dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya Dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. http://jamaahmasjid.blogspot.com

Dari buku 30 kisah teladan - KH > Abdurrahman Arroisy)

Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami |Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel

Rabu, 26 Mei 2010

Nabi Muhammad, Pribadimu Sungguh Menawan


Siapa di antara Anda yang membaca akhlak Nabi Muhammad saw., kemudian jiwanya tidak larut, matanya tidak berlinangan dan hatinya tidak bergetar? Siapa di antara Anda yang mampu menahan emosionalnya ketika membaca biografi seorang yang sangat dermawan, mulia, lembut dan tawadhu’? Siapa yang mengkaji sirah hidup beliau yang agung, perangai yang mulia dan akhlak yang terpuji, kemudian dia tidak menangis, sembari berikrar, “Saya bersaksi bahwa Engkau adalah utusan Allah.”?

Duhai, kiranya kita mampu melaksanakan cara hidup, cinta dan akhlak yang mulia dari teladan mulia ini dalam kehidupan, perilaku dan mentalitas kita. Kita bergaul dengan orang lain, sebagaimana Nabi Muhammad saw. memperlakukan musuh-musuhnya.

Beliau bersabda,
قال: «إن الله أمرني أن أصل من قطعني، وأن أعطي من حرمني، وأن أعفو عمن ظلمني».
“Sesungguhnya Allah menyuruhku agar menyambung orang yang memutuskanku, memberi kepada orang yang menahanku, dan memaafkan terhadap orang yang mendzalimiku.”

Duhai, kiranya kita memperlakukan saudara seiman kita, sebagaimana Nabi Muhammad saw. memperlakukan orang-orang munafik, beliau memaafkan mereka, memintakan ampun terhadap mereka dan menyerahkan rahasia mereka kepada Allah swt.

Duhai, sekiranya kita memperlakukan anak-anak kita, sebagaimana Nabi Muhammad saw. memperlakukan pembantu dan pekerjanya. Ketika pembantu kecil Nabi Muhamamd saw. sedang sakit, beliau. membesuk dan duduk di dekat kepalanya seraya mengajak untuk masuk Islam. Pembantu kecil itu masuk Islam, maka Nabi Muhammad gembira seraya berkata, “Segala puji bagi Allah swt yang telah menyelamatkan dirinya dari api neraka.”

وقام رجل من اليهود يتقاضى الرسول صلى الله عليه وسلم ديْناً في المسجد أمام الناس، ورفع اليهودي صوته على الرسول وألحَّ بصخب وغضب والرسول يتبسّم ويترفَّق به، فلما طال الموقف صرخ اليهودي قائلاً: «أشهد أنك رسول الله؛ لأننا نقرأ في التوراة عنك أنك كلما أُغضبت ازددت حلماً».
“Seorang Yahudi menagih utang kepada Nabi Muhamamd saw. dengan marah-marah, kasar, dan tidak sopan di depan banyak orang. Nabi Muhammad saw. tersenyum dan menghadapinya dengan lembut. Tak disangka si Yahudi itu masuk Islam, mengucapkan syahadat, “Saya bersaksi bahwa Engkau utusan Allah.” Karena saya baca di Taurat tentang Engkau, yaitu ketika saya tambah marah, justeru Engkau tambah lembut menghadapiku.” Begitu pengakuan si Yahudi.

Duhai, kiranya kita memperlakukan kerabat kita, meskipun mereka berbuat buruk kepada kita, sebagaimana Nabi Muhammad saw. memperlakukan kerabat dan kaumnya. Karena kerabat dan kaum Nabi Muhamamd saw. menyakitinya, mengusirnya, mengejeknya, menolaknya, memeranginya. Namun, beliau tetap menghadapinya. Ketika beliau menaklukkan Makkah, posisi beliau sebagai pemenang, penentu kebijakan, namun beliau berdiri berpidato mengumumkan bahwa beliau memaafkan semuanya. Sejarah telah mencatat dan momentum telah menjadi saksi sabda beliau,

«عفا الله عنكم اذهبوا فأنتم الطلقاء»
”Allah telah mengampuni kalian, pergilah, kaliah bebas.”
Sewaktu Penduduk Thaif melempari Nabi Muhammad saw. sampai beliau berdarah-darah. Beliau menghapus darah segar yang mengalir dari tubuhnya sambil berdo’a,

«اللهم اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون».
”Ya Allah, ampuni kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”
Nabi Muhammad saw. pernah dicegat oleh seorang Arab badui di tengah jalan, beliau hanya berdiri lama berhadapan, dan tidak berpaling sampai orang badui itu berlalu dengan sendirinya.

Suatu hari Beliau ditanya oleh seorang nenek tua, beliau dengan tekun, hangat dan penuh perhatian menjawab pertanyaannya. Nabi Muhamamd saw. juga membawa seorang anak kecil yang berstatus hamba sahaya, beliau menggandeng tanganyya mengajak berjalan-jalan.

Nabi Muhammad saw. senantiasa menjaga kehormatan seseorang, memulyakan seseorang, melaksanakan hak-hak seseorang. Nabi Muhammad saw. tidak pernah mengumpat, menjelekkan, melaknat, menyakiti, dan tidak merendahkan seseorang. Nabi Muhammad saw. ketika hendak menasehati seseorang, beliau berkata, “Kenapa suatu kaum melaksanakan ini dan itu? Artinya, beliau tidak langsung menyalah orang tersebut. Beliau bersabda, “Mukmin itu tidak mencela, melaknat dan juga tidak keras perangainya.

Beliau juga bersabda,
«إن أحبكم إليّ وأقربكم مني مجالسَ يوم القيامة أحسنكم أخلاقا».
“Sesungguhnya yang paling saya cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya dengan saya kelak di hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya di antara kalian.”
Nabi Muhamamd saw. merapikan sandalnya, menjahit bajunya, menyapu rumahnya, memeras susu kambingnya, mendahulukan sahabatnya soal makanan, beliau tidak suka dipuji.

Nabi Muhamamd saw. sangat peduli terhadap fakir miskin, beliau berdiri membela orang yang terdzalimi, beliau bertandang ke orang papa, menengok orang sakit, mengantarkan jenazah, mengusap kepala anak yatim, santun terhadap perempuan, memulyakan tamu, memberi makan yang lapar, bercanda dengan anak-anak, dan menyayangi binatang.

Suatu ketika para sahabat memberi saran kepada Nabi Muhammad saw, “Tidakkah Engkau membunuh gembong kejahatan, seorang pendosa dan otak munafik, yaitu Abdullah bin Ubai bin Salul? Beliau menjawab, “Tidak, karena manusia nanti mengira bahwa Muhammad telah membunuh sahabatnya.”

Boleh jadi kita telah membaca biografi orang-orang besar, tokoh terkenal, ilmuwan, reformis, mujaddid, namun ketika kita membaca sirah kehidupan Muhammad saw. seakan-akan kita tidak mengenal selain dirinya, kita tidak mengakui selain dirinya. Tokoh-tokoh itu rasaya kecil di mata kita, hilang dalam ingatan kita, pupus dalam pikiran kita, yang ada hanya kebesaran Nabi Muhammad saw.:

Bayang-bayang Engkau selalu menghampiriku setiap saat
Ketika aku berpikir, pikiranku tertuju kepadamu
Saya berteriak lantang
Zamanmu bak taman indah nan menghijau
Aku mencintaimu, cinta yang tidak bisa ditafsirkan
Sungguh, Engkau tidak akan pernah hilang dari ingatan kami. Engkau ada di hati kami. Engkau bersemayam dalam jiwa kami. Engkau terukir dalam benak kami. Engkau berada di pendengaran dan penglihatan kami. Engkau mengalir dalam aliran darah kami. Engkau berada di sendi-sendi setiap jasad kami. Engkau hidup dalam seluruh anggota badan kami. Yaitu dalam sunnahmu, petunjukmu, ajaran luhurmu, akhlakmu yang mulia.
Kami bela Engkau dengan jiwa kami. Kami bela Engkau dengan anak-anak dan keluarga kami semua.
Nyawa-nyawa kami sebagai tebusan atas jiwa Engkau.
Kehormatan kami, kami pertaruhkan untuk membela kehormatan Engkau.

أتسأل عن أعمارنا؟ أنت عمرنا *** وأنت لنا التأريخ أنت المحرِرُ
تذوب رموز الناس مهما تعاظموا *** وفي كل يوم أنت في القلب تكبرُ.
Apakah Engkau bertanya tentang umur kami? Engkaulah umur kami
Engkau bagi kami melegenda, karena Engkau seorang “Pembebas”
Luluh lebur ketokohan manusia, sehebat apapun
Karena setiap saat Engkau agung di hati kami
Shalawat dan salam atasmu ketika orang-orang yang berdzikir mengingatmu. Shalawat dan salam atasmu ketika orang yang lalai tidak pernah mengingatmu. Allahu a’lam

Oleh : Ulis Tofa, Lc dakwatuna.com | Klik http://facebook.com/SHOLAT.BERJAMAAH.DI.MASJID.YUK untuk bergabung dengan jamaah lainnya, atau di http://twitter.com/JamaahMasjid

Tidak dilarang mengcopy-paste isi tulisan dalam blog ini dengan mereferensikan URL: http://jamaahmasjid.blogspot.com. Jazakumullah khairan katsiraa telah membaca dan mereferensikan.

Download File2 Islami |Baca Artikel Lainnya

Berlangganan Artikel